PP Nur Muhammad *** Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau lebih dikenal sebagai Gus Yahya, menegaskan dua program prioritas yang akan menjadi fokus utama NU di tahun 2025. Salah satunya adalah Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU), yang dirancang untuk memperkuat peran NU dalam pemberdayaan keluarga di Indonesia.
Pada momen diskusi di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (03/01/2024), Gus Yahya juga menyoroti pentingnya transformasi digital melalui DIGDAYA (Digitalisasi Data dan Layanan NU). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh layanan dan data NU dalam satu platform besar, sehingga mempermudah akses informasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
DIGDAYA NU: Transformasi Digital yang Terintegrasi
Menurut Gus Yahya, DIGDAYA merupakan langkah besar NU untuk memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. “Kita siapkan DIGDAYA NU untuk menampung seluruh data dan layanan sehingga semuanya menjadi lebih terintegrasi. Saat ini sudah ada administrasi yang berjalan, ke depan akan melibatkan layanan kaderisasi dan platform lainnya,” ungkap Gus Yahya.
Ia menambahkan bahwa platform ini akan terus dikembangkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya dalam mendukung kegiatan organisasi dan kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok.
GKMNU: Solusi Keluarga untuk Indonesia
Sementara itu, GKMNU bukan hanya program yang eksklusif bagi warga NU, tetapi dirancang sebagai layanan inklusif untuk seluruh keluarga di Indonesia, tanpa memandang agama atau latar belakang. “GKMNU adalah gerakan maslahat yang menyasar semua keluarga. Tidak ada pertanyaan apakah mereka warga NU atau bukan. Ini adalah layanan untuk semua,” tegas Gus Yahya.
Program ini telah berjalan selama dua tahun dengan fokus pemberdayaan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) hingga tingkat desa. Gus Yahya menyebutkan bahwa Satgas GKMNU sudah hadir di 10 provinsi, termasuk Jawa, Jakarta, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.
Target Akhir 2025: GKMNU Merata di Seluruh Indonesia
NU optimis bahwa pada akhir 2025, GKMNU dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh keluarga di seluruh Indonesia. "Kami berharap program ini mampu menjadi solusi konkret bagi berbagai masalah yang bermula dari tingkat keluarga, sekaligus menjadi bukti nyata peran NU dalam membangun bangsa,” kata Gus Yahya.
Dengan menggabungkan pendekatan berbasis keluarga melalui GKMNU dan dukungan teknologi digital lewat DIGDAYA, NU berkomitmen untuk terus DIGDAYA dan maslahat sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia yang berkontribusi aktif bagi masyarakat luas.
Tags: #NU #GKMNU #DIGDAYA #NahdlatulUlama #TransformasiDigital #MaslahatKeluarga #PBNU #GusYahya

0 comments:
Posting Komentar